Mengenal Sejarah Buya Hamka - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Jumat, 12 April 2019

Mengenal Sejarah Buya Hamka


Fahmi Amin Harahap

Buya Hamka adalah termasuk salah satu ulama Indonesia yang sangat terkenal. Pengetahuan beliau sangat luas, meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan formal sampai tamat, tapi beliau dikenal sebagai sejarawan, ulama, politisi muslim, tokoh ormas Islam dan pernah menjadi ketua MUI pada saat masa sukarno. Buku-buku karya buya hamka sampai dewasa ini masih terbit ke jiran tetangga yaitu Malaysia. Buku buya hamka yang sering penulis baca, kesepaduan iman dan amal sholeh, dan Ghiroh agama.

Buya Hamka adalah sosok ulama yang memiliki jiwa besar. Hal ini meski menjadi teladan bagi generasi Islam zaman sekarang yang jarang meneladani sosok beliau. Umumnya keteladanan di zaman dewasa ini bersifat berubah-berubah, dan di tunjukkan untuk mengeruk keuntungan dunia seluas-luasnya. Berbeda dengan Buya Hamka, meski dikasih uang banyak, jabatan dan lain sebagainya untuk mengucapkan selamat natal dia tetap tidak mau, dia mengatakan lebih baik saya tanggalkan jabatan saya asalkan tidak menggadaikan aqidah saya. Inilah yang jarang penulis lihat di era generasi dewasa ini.

Jika ada manusia yang sangat dzolim kepada Buya Hamka kata Abdul Shomad dalam ceramahnya di youtube, maka salah satunya adalah sukarno, mantan presiden RI pertama. Secara pemikiran dan ideologi, sukarno tidak menyukai Buya, karena beliau lebih dekat kepada masyumi. Buya pernah membuat puisi yang isinya memuji perjuangan politik tokoh-tokoh masyumi. Selain itu Buya ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan, yang mengkritik kebijakan sukarno, akibatnya Buya di jebloskan kedalam penjara selama 3 tahun. Alhamdulillah, dipenjara ini Buya Hamka dapat menyelesaikan kitab Tafsir Al-Azhar yang terkenal itu. Beliau katakan, segala kehidupan itu harus dijalani, semua ada hikmahnya, jangan bersedih, karena penjara itu bukan akhir dari segala-galanya dalam kehidupan.

Ustadz Zulkarnain mengatakan pada saat safari dakwahnya menceritakan sosok buya hamka, di tanyangkan di youtube, ketika zaman berubah, kejayaan petualangan politik soekarno berakhir, Buya Hamka tidak dendam kepadanya, karena beliau mengatakan saya tidak pernah membenci soekarno. Suatu ketika pernah utusan Soekarno mengirim sepucuk surat kepada Buya agar kiranya mau mengimami jenazah beliau, karena soekarno merasa bersalah telah mendzolimi Buya Hamka, lalu Buya Hamka mensholatkannya tanpa rasa dendam sedikitpun kepada sukarno.
Simpulan.

Sosok Buya Hamka di Indonesia itulah yang harus kita teladani, baik kesabaran, keimanan, tidak mudah emosi, tidak pernah marah, tidak pernah mendendam, meskipun dia di hinakan, di penjarakan.  Begitulah kepribadian beliau, karena kata buya hamka, jangan pernah engkau gadaikan idealisme, aqidahmu demi sebuah pujian yang melekat pada dirimu, biarlah engkau dihina, dicaci, asalkan jangan disuruh pada dirimu menanggalkan akidah. Jika agamamu dihina, lalu dirimu diam saja? Maka ganti sajalah pakaianmu dengan kain kafan, artinya dirimu sudah dinyatakan mati dan tidak bernyawa lagi.
Pesan beliau lagi kepada kita semua, bahwa harta yang kita makan akan menjadi kotoran, harta yang kita simpan, akan menjadi rebutan, tapi apabila harta dan makanan itu kita gunakan dalam kebaikan, untuk membantu agama Allah, maka itu menjadi penolong bagi kita nanti diakhirat. Karena buat apa kita kaya tapi kekayaan itu tak kita pergunakan dalam kebaikan. Jadikanlah kekayaan kita itu untuk yang berfaedah.

Inilah seputar sejarah Buya Hamka yang penulis gemari karya-karyanya, dan penulis sangan menggemari perilaku beliau yang sangat meneladani perilaku Rasulullah yang berjiwa sabar, tidak pernah marah, tidak pernah balas dendam, berkasih sayang antar sesama, dan selalu mengedepankan kepentingan umat dari pada kepentingan pribadi dia sendiri.()

         Penulis Sekretaris KAMMI Merah Saga UINSU dan Pengurus KAMMI Tanjung Balai