Refleksi Kemenangan Keberhasilan Politik Praktis "Ilusi" Kemenangan Islam Sejati
Oleh: Ilham Fauzi
Sebuah gerakan (partai politik) boleh jadi sukses dalam pemilu, meraih mayoritas parlemen, membentuk pemerintahan, bahkan mungkin menduduki kursi kepresidenan. Semua itu memang merupakan keberhasilan politis, ya—tetapi apakah hal tersebut serta-merta berarti Islam telah menang? Jika tujuan utamanya adalah menegakkan pemerintahan yang berlandaskan Islam, maka tolok ukur keberhasilan harus berkaitan erat dengan sejauh mana tujuan tersebut dapat terwujud, bukan sekadar seberapa besar kesuksesan yang diraih oleh gerakan tersebut di dalam sistem politik yang ada.
Islam tidak diturunkan untuk sekadar menjadi salah satu komponen dari sistem lain, tidak pula untuk mengambil tempat di dalam sistem yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasarnya lalu hal itu dinamakan sebagai sebuah kemenangan baginya. Sebaliknya, Islam hadir untuk menjadi rujukan tempat segala sistem dan manhaj diukur dengannya, bukan justru Islam yang menyesuaikan diri dengannya.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا﴾
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al-Fath: 28)
Oleh karena itu, pertanyaan yang tepat ketika membicarakan keberhasilan gerakan-gerakan Islam bukanlah: Apakah mereka telah berkuasa? Bukan pula: Berapa banyak kursi yang mereka peroleh? Atau: Berapa tahun mereka bertahan di tampuk kekuasaan?
Melainkan pertanyaannya adalah: Apakah mereka tetap menjaga tujuan utamanya? Apakah mereka berjalan di jalurnya sesuai dengan manhaj Islam? Dan apakah keberhasilan mereka meraih kekuasaan merupakan langkah nyata dalam memenangkan Islam, ataukah sekadar pemeleburan ke dalam realitas yang justru berhasil mengubah mereka sebelum mereka sempat mengubahnya?
Maka, keberhasilan meraih kekuasaan bisa saja menjadi kemenangan bagi sebuah gerakan; keberhasilan meraih suara mayoritas bisa jadi merupakan kesuksesan politik; dan pembentukan pemerintahan bisa saja menjadi pencapaian partisan suatu partai. Namun, tidak setiap kesuksesan politik adalah kemenangan bagi Islam, sebagaimana tidak setiap kekalahan politik berarti kegagalan bagi proyek Islam
