Boikot Produk Perancis, Apakah itu Solusi? - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Kamis, 05 November 2020

Boikot Produk Perancis, Apakah itu Solusi?

 


Oleh: Ratih Yusdar (Aktivis Muslimah)


Bukan pertama kali penghinaan yang ditujukan terhadap agama Islam, terlebih kepada  nabi besar  ummat Islam, yaitu nabi  Muhammad SAW dilakukan oleh orang-orang Kafir. Pada umumnya, orang - orang kafir di penjuru dunia memang sangat membenci agama Islam. 


Kali ini, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW terjadi di Paris, Perancis, yang mengakibatkan seorang guru pengajar sejarah dipenggal kepalanya oleh seorang pemuda yang bernama Abdoullakh Anzorov, berusia 18 tahun. Aksi pemenggalan kepala guru di Paris Perancis itu bermula dari protes masyarakat yang mendapati guru bernama Samuel Paty yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW ke para muridnya di kelas. Tak lama setelah peristiwa pemenggalan tersebut terjadi,  pemuda itu pun  ditembak mati oleh  polisi Perancis. (tribunnews.com, 30/10/2020).


Pemerintah Perancis, Presiden Emmanuel Macron, mengatakan bahwa insiden tersebut sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara dan mengatakan bahwa mereka akan membela hak untuk menayangkan kartun tersebut. Macron juga  menyebut guru itu pahlawan, dan dia berjanji untuk melawan "separatisme Islam".


Pernyataan Macron inilah yang kemudian memperkeruh suasana dan memicu aksi protes dari ummat Islam  di seluruh  dunia. Aksi yang dilakukan adalah mengajak ummat Islam  untuk memboikot semua produk yang berasal dari negara Perancis. Apalagi peristiwa ini terjadi di saat menjelang peringatan maulid nabi besar Muhammad saw.


Tak pelak, aksi protes juga terjadi di seluruh pelosok tanah air, termasuklah di kota Medan. Banyak aksi protes atau unjuk rasa yang dilakukan masyarakat di kota Medan. Salah satunya yang dilakukan oleh  gerakan sekelompok emak - emak yang berlangsung di dua tempat, yaitu di depan Masjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis dan Masjid Al-Yasamin, Jalan Iskandar Muda, Medan. (suarasumut.id, 30/10/2020). 


Dalam aksinya, pengunjuk rasa menginjak dan melindas poster bergambar Macron. Selain itu, emak-emak juga merusak tas sandang yang disimbolkan sebagai salah satu produk Prancis.

Tidak hanya itu, sejumlah orang juga melompat-lompat di atas poster seraya mengecam Presiden Macron. Mereka juga menyerukan masyarakat untuk memboikot produk-produk dari Prancis. Salah seorang emak-emak mengaku bahwa mereka tidak rela Rasulullah dihina. 


Sangat wajar sebagai ummat Islam kita merasa marah dan sakit hati dengan pernyataan - pernyataan  Presiden Macron tersebut. Maka sebagai usaha melawan atau protes terhadap  penghinaan tersebut, ummat Islam melakukan  aksi pemboikotan terhadap produk - produk Perancis agar ekonomi mereka mengalami guncangan dan hancur. 


Tapi apakah aksi ini bisa membungkam negara-negara penghina islam agar tidak terulang lagi peristiwa yang sama? Mengingat biasanya aksi seperti ini hanya bersifat temporer saja. Belum lagi pro dan kontra yang muncul di antara ummat Islam  sendiri.


Lalu bagaimana solusi yang dapat menolong ummat dari terulangnya kejadian serupa?  Di sinilah kita sebagai ummat Muslim seharusnya sadar bahwa kita harus kembali kepada sistem Islam. Kembali kepada aturan Islam yang telah Allah tetapkan melalui Alqur'an dan hadist. Kita butuh Daulah Khilafah Islamiyah yang dapat menaungi ummat Islam seluruh dunia dalam satu kesatuan.


Jadi yang wajib kita boikot secara permanen adalah sistem buatan manusia yang di adopsi dari Eropa dan Amerika, yaitu sistem demokrasi, sistem liberalisme, sistem sekularisme yang jelas - jelas lahir dan diadopsi dari kaum Kafir yang bertujuan  memisahkan agama dari kehidupan manusia.  


Selama kita masih di bawah naungan sistem yang bukan berasal dari Allah aza wajalla, maka sepanjang itulah kaum kafir akan terus berupaya menjatuhkan ummat Islam dengan melancarkan aksi mereka melalui penghinaan - penghinaan terhadap agama Islam dan memunculkan faham islamaphobia dengan dalih kebebasan berpendapat.  


Orang - orang yang menggunakan akal sehatnya akan  mampu berfikir untuk menerima kebenaran bahwa agama Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamiin sebagaimana firman Allah dalam Alqur'an yang artinya

”Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs Al-Naml: 77).


Di ayat lain Allah berfirman, “Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar (surga) dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” (QS. Nisa: 175).


Kita benar-benar butuh Daulah Khilafah Islamiyah untuk kembali ke dalam sistem Islam yang dapat melindungi ummat Islam secara global di seluruh dunia. Insya Allah jika hukum Allah ditegakkan, tidak akan ada lagi peristiwa-peristiwa penghinaan terhadap agama Islam yang semakin hari semakin tidak terkendali.


Wallahu'alam Bisshowwab.