Rakyat Marah, Pemerintah Tidak Peka - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Minggu, 04 Oktober 2020

Rakyat Marah, Pemerintah Tidak Peka

 



Oleh: Susan Efrina (Aktivis Muslimah)


Warga Medan Utara beramai-ramai melakukan aksi di depan Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kecamatan Medan Petisah. Aksi yang dilakukan sekitar pukul 10.00 wib tersebut menuntut pemerintah Kota Medan untuk berhenti menjadikan wilayah Medan Utara sebagai tempat industri.


Warga mengeluhkan areal jalan yang rusak, serta udara yang tercemar akibat kenderaan besar yang berlalu lalang. Mereka juga mengeluhkan bahwa getaran-getaran yang ditimbulkan oleh kenderaan tersebut menyebabkan keretakan pada bangunan rumah hunian warga. Aksi tersebut menolak rencana kenaikan kelas jalan di Kelurahan Besar, dan Kecamatan Medan Labuhan. Selain itu, aksi tersebut juga mendesak pemerintah Kota Medan mengembalikan fungsi jalan Platina 3 lingkungan 14 agar tidak digunakan untuk lintasan truk kepentingan industri.


"Kami menolak segala kajian, cabut segala izin, termasuk SK Wali Kota. Kembalikan zona industri di Kelurahan Titi Papan, Kelurahan Tangkahan," ujar kordinator aksi, Ilyas.


"Cabut SK Wali Kota terkait izin industri di lingkungan 15 karena melanggar regulasi dengan tidak melibatkan kami masyarakat yang terkena dampak dari aktivitas industri, jadikan upaya penanggulangan banjir di Medan Utara menjadi skala prioritas," ujarnya. (waspada.co.id, 22/09/2020).


Rakyat marah. Pemerintah tidak peka. Ada masalah yang seharusnya menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, seperti banjir rob yang kerap melanda Medan Utara. Namun lagi-lagi pemerintah disibukkan dengan kepentingan kaum kapitalis. Fakta tidak siap akan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas perindustrian yang meliputi kualitas infrastruktur sebagai sarana transportasi truk-truk besar, dampak lingkungan hidup dari limbah yang dihasilkan serta keamanan dan kenyamanan warga sekitar. Sehingga rakyat merasa dirugikan dengan dampak buruknya.


Sistem kapitalis-liberal tidak mampu membawa keamanan dan kenyamanan rakyat. Sistem ini hanya berpihak pada pemilik modal saja. Sistem demokrasi yang berprinsip dari rakyat oleh rakyat, dan untuk rakyat, hanya slogan saja. Buktinya rakyat mengadukan permasalahannya harus di tempuh dengan jalan demontrasi. Karena dengan jalur demontrasi itulah yang bisa menarik perhatin pemerintah untuk mendengarkan aspirasi rakyat.


Sistem kapitalis-liberal yang menghasilkan keuntungan yang besar karena di sokong oleh para raksasa kapital. Maka kesejahteraan rakyat Indonesia sulit diwujudkan jika pemerintah masih berpihak kepada kaum pemodal dan pemerintah tidak memikirkan rakyatnya.


Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Negara dalam Islam melindungi dan memelihara jiwa, akal, agama, harta, nasab, kemuliaan, keamanan serta keselamatan dalam negara. Perindustrian dikembangkan agar ekonomi bisa berperan dalam membantu terpenuhinya kebutuhan rakyat. Mulai dari kebutuhan makanan, minuman, obat-obatan, pakaian dan lain sebagainya. Industri di bangun menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga negara bertanggung jawab untuk memenuhi kepentingan rakyatnya.


Daulah Islamiyah menempatkan sektor perindustrian dalam departemen yang dibawahi oleh Amirul Jihad. Perindustrian dalam negara Khilafah berkarakter mandiri sehingga tidak terikat dengan kepentingan swasta ataupun intervensi asing. Perindustrian yang meliputi industri berat maupun ringan di bangun atas asas politik perang. Maka wajib bagi negara untuk berjalan di atas orientasi hukum syara dan kepentingan rakyat daulah sebagai objek riayahnya. Sehingga daulah Islam menutup celah adanya kedzoliman dan ketidakadilan yang terjadi pada rakyat atas pembangunan industri negara tersebut.


Firman Allah SWT dalam Al  Qur'an Surah Al-Hadid ayat 25,  yang artinya: "Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasulNya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa".


Maka untuk itu, jadikan Islam sebagai satu-satunya spirit dalam kehidupan bermasyarakat bahkan bernegara. Dengan syariah Islam segala permasalahan kehidupan dapat teratasi.


Wallahua'lam bisshawwab.