Remaja adalah Pewaris dan Miniatur Kebangkitan Islam. - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Minggu, 19 Juli 2020

Remaja adalah Pewaris dan Miniatur Kebangkitan Islam.



Masa remaja merupakan jembatan penghubung dari masa kanak-kanak menuju fase dewasa. Remaja adalah sebuah komonitas generasi penerus dan pelurus, jumlah komunitas ini terbilang potensial karena usia mereka relatif masih muda belia dan energik. Karena potensialnyalah selalu dibebankan dipundak mereka harapan dan cita-cita keluarga, agama, bangsa dan negara.

Bagaimana Agama Islam, bangsa dan negara ini pada 10 atau 25 tahun kedepan maka ditentukan remaja hari ini. Mana kala remaja hari ini membekali dan menjadikan dirinya menjadi remaja yang mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif seperti aktif diremaja masjid/musholla, disamping aktif sholat berjamaah juga aktif menggelar kajian rutin islami, melaksanakan pelatihan kepemimpinan remaja, melaksanakan bedah buku, dan lain-lainnya maka sebuah keniscayaan akan dapat melahirkan generasi yang kuat yang siap membangun peradaban negeri ini yang islami. Akan tetapi bila remajanya hari ini senang bersantai-santai, malas dan senang dengan kehidupan bebas tanpa batas dan nilai karakter, hedonisme serta senang kepada budaya Western maka kita tinggal menunggu kehancuran bangsa, negara dan agama. Karena kuatnya  suatu bangsa dan negara dimasa depan terletak dikarakter atau akhlak remaja hari ini. Remaja hari ini merupakan miniatur melihat masa depan.

Oleh karena itu sebagai komunitas remaja harus paham betul bahwa diri mereka sesungguhnya hari ini adalah merupakan cerminan kehidupan masa depan bangsa. Hal ini disampaikan oleh Al Ustadz Ali Imran Nasution, S.Pd. dalam ceramah beliau dihadapan Remaja dan Jamaah Masjid Nurul Huda dalam acara MABIT Muslim Cendekia Tanjungbalai Sabtu
Malam(18/7/2020) di Masjid Nurul Huda Jl. Adam Malik/Pasar Traktor Tanjungbalai. 

Sementara itu ketua Muslim Cendikia Tanjungbalai Anwar Ibrahim Harahap berharap kegiatan ini dapat memacu remaja Masjid Nurul Huda ini untuk bangkit dan memacu komunitasnya menjadi remaja masjid yang mampu mengajak kejalan kebaikan dan mencegah kemunkaran dan dapat kelak melahirkan kader yang mampu membangun peradaban yang Islami dimanapun kelak mereka berada.

MABIT dihadiri remaja Musholla Al Abror, PD. KAMMI Tanjungbalai, DPP. PERMATA, Remaja Masjid Ar Ridho Perumnas Sijambi, Remaja Nurul Huda, dan Tokoh pemuda lainnya.() fahmi