Slider

Berita Video

Berita Pilihan

Kabar Medan

Tsaqofah

Sudut Pandang

Dinamika Dakwah

Berita Foto

» » » » » Ustadz Maaher At Thuwailibi: Khilafah Karunia Allah SWT.



Dakwahsumut.com,Tanjungbalai(28/2),-Ribuan umat Islam menyambut Kehadiran ustadz Maaher At Thuwaibi di Masjid Raya Kota Tanjungbalai dalam acara Tablig Akbar yang dilaksanakan oleh Forum Dai Pengawal Ijtima' Ulama(FORDAPIM) beserta sejumlah ormas Islam lainnya.

Dalam ceramahnya ustadz Maher menjelaskan pentingnya umat Islam dalam berpolitik, beliau menjelaskan kriteria yang pemimin dalam Islam adalah orang yang siddiq atau orang jujur dan benar, amanah tabligh dan fatonah."Malu saya punya pemimpin yang tidak  bisa pidato , malu saya punya pemimpin yang tidak bisa bahasa inggris", ujar belia. Selain itu ustadz Maher juga menyinggung adanya partai yang menolak perda-perda syariah,menolak poligami , beliau mengatakan itu adalah partai Syetan Indonesia. Ketika ustadz Maher bertanya pada jamaah apakah layak dipilih maka jamaah dengan sontak mengatakan "Tidak..!". Selain itu terkait dengan adanya isu kriminalisasi Ulama ustadz Maher menyerukan " Janganlah Polisi mempermalukan dirinya dengan mengkriminalisasi ulama"kata beliau.


Selain Tabligh Akbar Safari Dakwah Ustadz Maher juga berlanjut shalat subuh berjamaah di Masjid Saksi Jl.Suparman Kota Tanjungbalai. Dalam kesempatan itu ustadz Maher menjelaskan tema" Salaf,Salafi dan Talafi". Dalam Kajian tersebut ustadz Maher menjelaskan bahwah setiap orang yang melakukan amal soleh baik muslim dan muslimat mengikuti orang-orang yang terdahulu maka dia adalah salafi baik muhammadiyah,NU,Persis ataupun ormas lainnya.

Pada Sesi Diskusi menjawab pertanyaan salah satu jamaah terkait khilafah beliau mengatakan "Khilafah adalah karunia Allah".Beliau menjelaskan khilafah janji Allah sebagaimana yang terkandung dalam quran surah An Nur:55 bahwa Allah akan memberikan karunianya pada orang-orang yang beriman,beramal  soleh dan tidak melakukan kesyirikan.
Selain itu beliau juga menyinggung kezhaliman pemerintah dalam membubarkan HTI."Saya menjadi garda terdepan di Jakarta ketika HTI dibubarkan dengan perppu Ormas", ujar beliau.

Sementara terkait Demokrasi ustadz Maher mengatakan bahwah" Demokrasi adalah Sistem Kufur, Ulama sudah besepakat dan tidak ada perbedaan bahwa Demokrasi adalah sistem kufur,ujar beliau. Namun terkait hukum pemilu dalam sistem demokrasi beliau mengatakan ulama berbeda pendapat dalam hal ini sebagaimana ulama-ulama dari Ikhwanul Muslimin seperti sayyid Qutub mengharamkan pemilu sementara Yusuf al Qurdhawi membolehkan dengan syarat dan ketetuan yang sangat ketat seperti dalam kondisi darurat,jelas beliau.

Berdasarkan jadwal Safari ustadz Maher At Thuwailibi juga berlanjut di sekolah YMPI dan tempat lainnya kota Tanjungbalai.[]ar




«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama