Tanjungbalai, Sumut, 5/4   - Aktivitas perjudian berkedok permainan adu ketangkasan disinyalir marak di Kota Tanjungbalai, Kapolres yang baru diharapkan proaktif mengikis praktik maksiat yang banyak dikunjungi kalangan pelajar di daerah itu.

Hasil penelusuran dilapangan, Kamis, permainan berhadiah voucher suatu barang yang bisa ditukar dengan nilai uang itu sedikitnya ada di lima titik yaitu, 4 titik di Jalan Tengku Umar dan satu tempat di Jalan Ahmad Yani yang diperkiran hanya berjarak 600 meter dari Mapolres Tanjungbalai.

Terpantau dilokasi, pengunjung yang ingin bermain lebih dulu menukarkan uang dengan koin, kemudian koin dimasukkan ke dalam mesin dengan beragam jenis permainan. Pemain yang tangkas akan mendapat nilai voucher hadiah barang berupa Handphon (HP), Televisi hingga Lemari Es atau Kulkas.
           
Akan tetapi, pengunjung/pemain juga bisa menukarkan voucher hadiah barang-barang tersebut dengan uang tunai senilai hadiah barang yang dimenangkan mencapai jutaan rupiah.
           
Menyikapi maraknya praktik judi berkedok permainan adu ketangkasan itu, Aktivis Komunitas Parlemen Jalanan (KOPAJA) Kota Tanjungbalai Nazmi Hidayat Sinaga berharap agar Kapolres Tanjungbalai yang baru AKBP Irfan Rifai melakukan penertipan, sebab keberadaan tempat bermain tersebut dinilai dapat merusak moral generasi muda.

"Kami mengamati pengunjung tempat itu banyak dari kalangan pelajar. Demi mencegah degradasi moral yang bisa merusak masa depan genarasi muda khususnya pelajar, kami dari Kopaja mendesak bapak Kapolres merazia tempat itu dan menangkap pengusahanya," ungkap Nazmi Hidayat Sinaga.

Sesuai cacatan, baru-baru ini sejumlah tempat bermain adu ketangkasan itu telah dirazia Satpol PP Kota Tanjungbalai, namun razia yang digelar terkesan setengah hati. [] Antara