JELANG TAHUN POLITIK, PEMUDA NgoPI SERGAI GELAR DISKUSI BERTAJUK KEPEMIMPINAN


Dakwahsumut.com,Serdang Bedagai(1/4),- Sekumpulan pemuda yang tergabung dalam wadah "Pemuda NgoPI Sergai" berkumpul di sebuah saung kolam ikan yang berada di Desa Tualang, Kec. Perbaungan, mengadakan acara diskusi dengan tema "Isra' Mi'raj & Kepemimpinan", guna meningkatkan kesadaran politik jelang pilpres & pilkada khususnya di Sumatra Utara.

Acara yang dimotori oleh "Pemuda NgoPI Sergai" ini sudah berlangsung ke 2 kalinya, setelah sebulan sebelumnya mengadakan acara yang sama dengan tajuk yang berbeda. Acara kali ini dihadiri oleh para pemuda yang berasal dari berbagai komunitas yang ada di Sergai, diantaranya Aliansi Fii Sabilillah, ODOJ Sergai, GEMPAR (Gerakan Pemuda Pecinta Rasul), serta para pemuda Masjid yang ada di Perbaungan dan sekitarnya. Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan dari komunitas spirit 212 Kab. Deli Serdang.

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 dan berakhir hingga pukul 17.00 WIB ini, diisi oleh Ustadz Marwan Rangkuti dari Tanjung Morawa. Acara dibuka oleh Ustadz Fadhli selaku moderator sekaligus sebagai admin "Pemuda NgoPI Sergai". Sebagai pengantar diskusi siang itu, narasumber memaparkan materi yang berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW yang dikaitkan dengan kepemimpinan. Beliau memaparkan bahwa peristiwa Isra' Mi'rajnya Nabi Muhammad SAW sangat erat kaitannya dengan kepemimpinan Rasulullah, karena pada peristiwa itu Rasulullah ditunjukkan wilayah-wilayah yang kelak menjadi kekuasaan Islam. Maka 2 tahun setelah peristiwa itu Rasulullah meraih kekuasaannya di Madinah al Munawwaroh. Demikian penjelasan beliau, sehingga kembali mengingatkan para peserta bahwa peringatan Isra' Mi'raj bukan hanya sebatas acara seremonial belaka.

Acara berlanjut ke sesi diskusi, yang menambah suasana semakin hangat sehangat kopi yang dihilangkan oleh panitia acara. Harry Prayuda dari Aliansi Fii Sabilillah mengawali pertanyaan dalam sesi diskusi, seperti yang telah diduga sebelumnya, ternyata benar pertanyaan seputar Kongres Umat Islam Sumut yang baru diselenggarakan serta sikap umat islam dalam menghadapi tahun politik yang akan datang, khususnya di Sumut. Lagi-lagi kekhawatiran Harry dan peserta-peserta lain yang arah pertanyaannya juga tidak jauh berbeda adalah duduknya calon yang tidak diinginkan ke tampuk kekuasaan, oleh karena itu mereka berharap untuk kali ini saja jangan sampai ada umat islam yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya (GOLPUT).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadz Marwan menjelaskan dengan semangat dan tegas, bahwa dalam meraih kepemimpinan umat Islam harus meneladani Rasulullah SAW. Mengikuti thoriqoh yang dilakukan oleh Rasulullah dalam mengambil alih kekuasaan adalah keharusan yang mutlak. Kita tidak boleh menenggelamkan diri dalam lumpur demokrasi yang hina dan penuh dengan kebohongan dan tipu daya.

Narasumber juga menyampaikan bahwa golput memang bukan sebuah solusi, namun memilih pemimpin yang tunduk pada sistem kufur demokrasi yang berazaskan kapitalis-sekuler serta para penjajahan barat, juga lebih bukan merupakan solusi. Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang peserta, Muhammad Hasbih selaku pengurus ODOJ Kab. Sergai yang sebenarnya meyakini solusi yang ditawarkan pemateri. Oleh karena itu Ustadz Marwan Rangkuti menyebutkan satu-satunya jalan untuk meraih kepemimpinan umat adalah dengan menegakkan kembali NKRI (Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah) melalui jalan da'wah, yakni perjuangan politik dan pemikiran.

Diskusi hangat pun semakin berlanjut setelah sebelumnya melaksanakan shalat ashar berjama'ah. Sampai akhirnya acara inti pun selesai dengan ditutup sementara oleh moderator. Guna menambah kehangatan antara peserta dan semakin memperkokoh ukhuwah islamiyah, maka sebelum bubar digelar kegiatan memanah yang telah direncanakan sebelumnya. Sampai akhirnya semua membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing.[] Fandi