Slider

Berita Video

Berita Pilihan

Kabar Medan

Tsaqofah

Sudut Pandang

Dinamika Dakwah

Berita Foto

» » MENJARAH DUNIA


.
Oleh: Rony Darwin, komunitas eLSIM (Lembaga Study Islam Multidimensi
.
Bumi ini beserta kekayaannya dihuni oleh sekitar 7 milyar manusia. Tapi lucunya, 50% kekayaan dikuasai oleh 1% orang saja, sementara 99% lainnya cakar-cakaran memperebutkan sisanya. Demikian laporan Credit Suisse Research Institute (CSRI) dalam Global Wealth Report 2017
.
Kenapa ini terjadi ? Karena orang-orang tamak bin rakus (baca: kapitalis) menguasai dunia dengan kekuatan modalnya memaksa penerapan ideologi kapitalisme-sekuler yang dirancang untuk memenangkan mereka dalam kehidupan ini, menjarah dunia. Kebijakan privatisasi BUMN, utang riba, investasi asing dan globalisasi adalah beberapa cara diantaranya. Semua diserahkan/ dijual kepada Kapitalis/ Konglomerat untuk dieksploitasi dengan dalih, negara ”haram” melakukan intervensi ekonomi
.
Mereka kuat karena difasilitasi oleh para penguasa yang terpilih atas nama rakyat, tapi berpihak kepada konglomerat. Bisa karena kebodohan/ kelemahannya, atau sebagai balas budi investasi politik demokrasi yang mahal untuk meraih kekuasaan. Disisi konglomerat, penguasa keciprat remah-remah kekayaan. Disisi rakyat dicatat sebagai pengkhianat, apalagi disisi Allah SWT
.
Anehnya, kenapa masyarakat diam ? Padahal SDA itu milik mereka, utang dibebankan kepada mereka, dan mereka dipaksa menerapkan sistem ”kufur” yang membuat Allah murka. Mereka telah dibawa pada kondisi kehidupan yang sempit penuh masalah; kemiskinan, kebodohan, kejahatan, kedzaliman dan ketidak-adilan hukum. Parahnya, mereka malah menolak aturan-aturan Allah (baca: Syariah) yang ditawarkan sebagai solusi untuk menyelamatkan mereka dari kehancuran. Apakah kehidupan seperti ini yg mereka inginkan?
.
”Tidaklah seseorang berada di tengah-tengah kaumnya dan dia melakukan ragam kemaksiatan, sementara kaumnya itu mampu mencegahnya tetapi mereka tidak melakukannya, kecuali Allah pasti akan menimpakan kepada mereka siksaan sebelum mereka menemui kematian.” (HR. Abu Daawud, Ibn Majah dan Ibn Hibban)
.
.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama