Liqo' Syawal Bersama Tokoh Umat: Kokohkan Perjuangan Islam Kaffah Pasca Ramadhan


 

Dakwahsumut.com, Medan (18/4),- Sekitar 300 Orang hadiri acara Liqo' Syawal bersama Tokoh Umat di Amaliaun Convention Hall   Jl.Amaliun Kota Medan. Mereka terdiri dari kalangan Ulama, Intelektual, Penguhasa , Advocat, Mubalig dan Mubalighah Sumatera Utara. Liqo' Syawal tersebut mengambil tema " Membangun Solidaritas Tokoh Umat;Mengokohkan Perjuangan Isam Kaffah Pasca Ramadhan."

 

Pada kesempatan tersebut hadir pembicara spesial dari Jakarta KH.Rokhmat S Labib (Penulis Tafsir Al Wa'ie). Beliau menegaskan tentang Wajibnya menerapkan Islam secara Kaffah dengan mengutip Tafsir Surat Al Baqarah ayat 208 " Wahai Orang-orang yang beriman masuklah ke alam Islam secara keseluruhan dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan.Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian", tegas beliau. 

 


KH. Rokhmat S Labib menjelaskan terjelamahn Ibnu Jari Ath-Thbari: " Amalkanlah wahai orang-orang yang beriman Seluruh Syariat Islam, masuklah kalian ke dalam pembenarannya baik dengan ucapan maupun perbuatan. Tinggalkan jalan-jalan setan dan pengaruhnya untuk kalian ikuti, karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian. Jalan setan itu ialah mengajak mengikuti segala sesuatu yang menyelisihi hukum Islam dan syariahnya. Diantaranya ialah menghalalkan hari sabtu dan mengikuti kebiasaan orang-orang yang menyelisihi agama Islam ", jelas beliau mengutip dari Jamiul Bayan, Jilid 4 halaman 258.


 

Pada sesi Diskusi tokoh nampak antusias peserta liqo syawal dalam mengikuti acara tersebut dengan memberikan pertanyaan seputar perkembangan geopolitik yang terjadi saat ini seperti keterlibatan Indonesia sebagai tentaran perdamaian di Libanon yang menewaskan beberapa anggota TNI. "Apakah tentara yang meninggal di Libanon sebagai pasukan perdamaian yang meninggal termasuk mati syahid atau tida?" tanya peserta Diskusi. Kiyai S Labib menjawab " Wallahu 'alam, Jika tentara meninggalkan karena membela Islam dan saudaranya kaum muslim di Palestina maka termasuk Syahid, namun jika mati bukan membela Islam atau mendukung Kebijakan AS dan Israel tentu tidak termasuk mati syahid", jawab beliau.Diskusi yang dipandu Moderator Dani Umbara Lubis tersebut berlangsung hangat dan tertib.  

Wakil Ketua MUI Medan KH. Zulfikar Hajar,  LC dalam kesempatan tersebut menjelaskan keutamaan Amar ma'ruf nahi Mungkar." Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran dihadapan pemerintahan yang zhalim, tugas ulama adalah khotibul ummah atau sebagai pelayanan  umat", ungkap beliau. Selain itu hadir juga Tokoh Nasional  DR.H.Masri Sitanggang dari kalangan Intelektual dan Ulama Sumatera Utara. 

Ketua LBH Pelita Umat Sumut Ahmad Bukhori Sinambela sekaligus sebagai Ketua Pantia dalam sambutannya mengatakan Peran Tokoh dan Ulama sangat penting dalam perjuangan. " Hadirin yang dimuliakan Allah, kita haru tegaskan perjuangan tidak boleh berhenti sebatas Wacana, perjuangan tidak boleh berhenti pada identitas, perjuangan harus menjadi kekuatan yang nyata yang  merubah keadaan, pemisahan perjungan dari politik adalah pelemahan. Oleh karena itu peran tokoh umat dan ulama sangat penting karena Rasul bersabda Ulama adalah pewaris nabi, " sambut beliau.  

Liqo' Syawal yang diselenggarakan LBH Pelita Umat dan Medan Beriman tersebut berjalan lancar hingga selesai. Acara Liqo' Syawal bersama tokoh umat ditutup dengan do'a oleh Ustadz Ilham dan photo bersama. []ali