MIRIS..! BUKANNYA DIDUKUNG AKSI BELA PALESTINA MALAH DIBUBARKAN


 

Dakwahsumut.com, Asahan(3/11)- Sejumlah orang yang diduga Pendukung salah satu Pasangan Calon Presiden membubarkan Aksi Bela Palestina di sekitar Masjid Bakri  Kisaran Kabupaten Asahan.



Kejadian tersebut berawal dari Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Remaja (LDR) Asahan dan Sekitarnya melakukan aksi dengan  membentangkan spanduk  Bela Palestina diluar masjid. Tiba-tiba datang sejumlah orang berseragam Satgas dan Partai Politik  meminta untuk melipat spanduk Bela Palestina tersebut. Merespon permintaan tersebut sontak peserta aksi tidak menerima permintaan tersebut karena peserta aksi merasa tidak ada masalah dan tidak ada hukum yang dilanggar dengan Aksi Bela Palestina dengan  membentangkan spanduk bahkan mereka menganggap ini adalah kewajiban dalam agama sebagai wujud solidaritas pebelaan ketika saudara-saudaranya dibombardir Zionis Yahudi Israel di Gaza Palestina sampai saat ini.

Adapun isi tulisan spanduk yang dipermasalahkan  tersebut adalah seruan untuk mengirimkan tentara muslim untuk membebaskan Palestina dan Solusi Masalah Palestina adalah dengan Jihad dan Khilafah.Selain itu mereka juga mempermasalahkan bendera tauhid yang bertuliskan kalimat Laa Ilaa ha Illallah Muhammad Rasulullah yang  merupakan simbol persatuan Umat Islam diseluruh dunia.

Sejumlah  pihak sangat menyayangkan kejadian tersebut karna telah menodai perjuangan Umat Islam dalam membela saudaranya di Palestina yang dijajah sampai saat ini. Ketua LDR Asahan Bambang Setiawan dalam pernyataannya menyayangkan kejadian tersebut dan menganggap ini adalah buad dari sekulerisme yang mesihakan agama dengan politik. 

" Umat Islam itu laksana satu tubuh, satu bagian mengokohkan bagian lainnya.
Pembubaran aksi bentang spanduk untuk Palestina di Masjid Ahmad Bakrie Kisaran adalah karena pemahaman sekularisme yg telah memecah belah dan membuat umat Islam sekarang menderita dan sakit parah.Sudah seharusnya umat sadar, bahwa hanya Islamlah yang mampu menyelesaikan problematika umat." , ujar beliau.

Begitu juga dengan Pembina LDR Ustadz Riandi miris melihat tindakan yang membubarkan Aksi Bela Palestina  tersebut.  'Sungguh miris melihat saudara muslim kita yang ada ditanah air, ketika ada saudara muslimnya yang melakukan  aksi bentang spandu yang berisi pembelaan terhadap muslim / saudara-saudara  kita di palestina, mereka malah membubarkan dan menganggap hal itu mengganggu, apakah mereka tidak merasakan bagaimana penderitaan kaum muslimin disana bahkan anak-anak banyak yangg tewas, mereka malah sibuk memikirkan nasib mereka yangg 5 tahunan itu" , kata beliau.

Ketua LDR Tanjungbalai Ustadz Chairul Marpaung juga turut meyayangkan inseden tersebut. "Sangat di sayangkan kejadian pembubaran Flash Mob solidaritas saudara Muslim Untuk Palestina yg dilakukan di Masjid Bakrie Kisaran seperti ala premanisme,paksaan pembubaran tanpa dalil hukum yg berlaku di negri ini, seharusnya para pembubar itu mendengarkan atau Tabayyun dahulu, bukan malah langsung meminta turunkan Spanduk dan Bendera tauhid dgn Nada Amarah, bukankah Indonesia adalah Negara Hukum?" tanya beliau. 

"Asbab apa mereka melakukan itu, apakah karena bendera Tauhid Atau Khilafah Solusi palestina? Bukankah Fatwa MUI yang Ke 7 yg di gelar Di jakarta pada tanggal 09-11 November 2021 "Jihad dan Khilafah Adalah Ajaran Islam" Atau Menyangka Bendera Tauhid Adalah Bendera Organisasi terlarang, ini sangat di sayangkan, apalagi kalau si pembubar adalah org Islam apakah ia tidak mampu membaca bendera Liwa' dan Roya' adalah bendera Rasullullah,bendera Persatuan Umat Islam yg bertuliskan Kalimat Tauhid pada Rukun Islam yg pertama" , katanya.

"Entah apa yg ada di fikiran mereka?  Tindakan mereka yang membubarkan Flash Mob Solidaritas Saudara Muslim untuk Palestina ,Seolah-olah membenarkan Tindakan Zionis Israel kepada Rakyat Palestina, Miris" , tambah ustadz Chairul 

Ketua Majelis Dakwah Islam Tanjungbalai Ustadz Muhammad Ali Rukun turut mengecam tindakan pembubaran Aksi Bela Palestina tersebut. " Ketika saudara-saudara kita di Palestina butuh pertolongan dan pembelaan umat Islam kok masih ada orang lslam yang melarang Aksi Bela Palestina dengan mempermasalahkan Bendera Tauhid dan Ide Jihad dan Khilafah ,dimana rasa persaudaraaannya itu , aneh..!" kata beliau.

Selain LDR beberapa mahasiswa Asahan yang tergabung dala Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga Melakukan aksi Solidaritas Palestina dengan melakukan penggalangan dana kepada masyarakat Asahan.

Aksi Bela Palestina tersebut mendapat perhatian dari masyarakat Asahan dan sekitarnya tidak sedikit mereka yang memberikan apresiasi terhadap aksi tersebut[] ar