MENOLAK RAGAM SIMBOL NASIONALISME

 


Oleh Ustadz Marwan Rangkuti

(Khadim Ma'had Sabiilul Mustanir)


Kemarin simbol semangka juga ramai di negeri ini, "Luarnya hijau eh dalamnya merah", demikian kira-kira ungkapan simbolisasi saat itu.


Anyway hal yang harus diketahui oleh kaum muslimin, bahwa Gaza-Palestina adalah bagian dari tanah Syam yang diberkahi, tanah para nabi, tanah Isra' wal Mi'raj, disana terdapat Masjid al-Aqsho kiblat pertama kaum muslimin.


Tanah Syam juga merupakan tanah kharajiyah yang telah dibebaskan kaum muslimin, tanah yang harum semerbak sebab setiap jengkalnya disirami darahnya mujahidin dan syuhada dari zaman ke zaman.


Hilangnya Khilafah perisai umat akibat makar kaum kafir, menjadikan tanah ini diambil paksa, disekat-sekat dengan batas imajiner Nasionalisme warisan penjajah lewat perjanjian Sykes - Picot.


Tanah ini diberi identitas dan simbol baru, beraroma pan-Arabisme yang kental nasionalistiknya, yang memisahkan Islam dan Khilafah dari sejarah tanah Syam yang diberkahi, melokalisasi Gaza-Palestina dalam ruang sempit sekedar masalah dunia Arab.


Oleh karenanya wahai kaum muslimin, solusi atas Gaza-Palestina bukan solusi dua negara ala AS, yang menggiring publik dunia secara tidak sadar akan legalnya Palestina bersamaan dengan legalnya Israel si penjajah sebagaimana isi perjanjian Camp David.


Karena kita harusnya hanya menyerukan Khilafah sebagai solusi bagi Gaza-Palestina, bahkan untuk negeri-negeri muslim lainnya yang saat ini masih terjajah seperti Uyghur, Kashmir, Thailand Selatan, Moro, Afrika Tengah, Mali dan sebagainya.


Hanya Khilafah yang mampu menyatukan potensi 2,18 milyar kaum muslimin di seluruh dunia, menggerakkan para tentara mereka, menyatukan tanah mereka tanpa sekat nasionalisme yang menghalangi Dakwah dan Jihad, mengganti kepemimpinan boneka di negeri-negeri mereka dengan seorang Khalifah yang akan melayani dan mengurusi umat, dibawah payung negara adi daya Khilafah yang akan menggentarkan AS dan sekutunya, dibawah naungan Liwa' dan Rayah, bendera Rasulullah SAW.[]