Pesantren Tahfiz Quran Didemo, FUI Sumut Duga Ada Kepentingan Tertentu



 

MEDAN ,  Pengurus Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara menduga ada kepentingan tertentu di balik aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menolak keberadaan Pesantren Tahfiz Quran Siti Hajar di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Aksi demo penolakan pesantren Tahfiz Quran dengan dalih menimbulkan keresahan itu viral di media sosial. Bahkan adanya aksi demo dan teror berdampak psikologis dan trauma dialami para santri.

“Beredar sebuah video mengatasnamakan warga menolak adanya Pesantren Tahfiz Quran di Sibolangit, Deliserdang. FUI Sumut menduga aksi itu dilakukan oleh oknum tertentu diduga demi kepentingan bisnis,” tegas Ketua Umum FUI Sumut Ustadz Indra Suheri kepada Waspada di Masjid Nurul Hidayah Komplek MMTC Percut Seituan, Jumat (16/9).

Ustadz Indra Suheri menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pengelola pesantren dan pesantren Tahfiz Quran tersebut sudah berjalan sejak 6 tahun lalu dan selama ini tidak memiliki permasalahan.

“Sebelumnya ada 30 santri Tahfiz Quran yang belajar secara gratis. Sejak adanya aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok orang, santrinya tinggal 10 orang karena trauma dan takut akan aksi demo serta teror tersebut,” terang Ustadz Indra Suheri.

Ustadz Indra menduga yang melakukan unjuk rasa itu bukan dari warga setempat, melainkan dari kelompok atau pegawai tempat bisnis yang ada di dekat pesantren tersebut.

“Saya menduga demo itu orang yang bekerja di lokasi bisnis tempat wisata itu. Diduga ada desakan kepentingan dibelakang mereka. Ditambah dengan keterangan pemilik, tidak didukung warga setempat. Patutut diduga kuat segelintir orang demi kepentingan bisnis,” tegas Ustadz Indra.

Indra menyayangkan adanya unjuk rasa tersebut, karena tempat itu sudah lama berdiri. Bahkan itu merupakan tempat penghafal Quran. Sudah pasti, mereka seorang anak yang tidak menggangu masyarakat setempat.

“Saya lihat video itu, dalam spanduk tertulis “warga menolak karena menimbulkan keresahan warga”. Itu tulisan opini yang sesat, saya yakin pesantren tahfiz mengajarkan kalam suci. Mereka (para santri) tidak mau banyak bicara, karena takut hafalannya hilang,”ujarnya.

Untuk itu, FUI Sumut akan melakukan kordinatif; komunikatif dengan cara pihak terkait seperti kepolisian, pemerintah setempat lainnya. “Desakan dari para laskar, Sabtu (17/9) massa FUI Sumut turun ke Sibolangit,” tegas Ustadz Indra.[] waspada