Moderasi Menunggangi TWK KPK

 



Oleh Sindi Laras Wari (Aktivis Muslimah)


Moderasi beragama, bak lagu lama yang terus didengungkan ke tengah-tengah kaum muslim. Tak henti-hentinya kafir Barat menyerang kaum muslim dari segala sisi. Lantas, haruskah kita diam saja melihat ini semua?


Saat ini publik ramai membahas polemik mengenai tes yang dijalani pegawai KPK yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Pertanyaan dalam tes tersebut dianggap tidak relevan dengan tugas yang akan diemban oleh pegawai KPK. Ditanya perihal jilbab, pegawai dianggap lebih mementingkan diri sendiri apabila tidak rela melepas jilbabnya. Hal tersebut merupakan salah satu contoh soal TWK KPK yang diujikan oleh seorang pegawai perempuan KPK. (detiknews.com, 02/06/2021).


Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tersebut memiliki nama resmi tes moderasi bernegara, dikarenakan isi dari soal tes tersebut lebih menyerupai screening Ideologi. Polemik itulah yang membuat KPK semakin menjadi sorotan publik, karena dianggap sangat kontroversial.


Tes yang dijalani pegawai KPK yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menjadi bukti nyata adanya arus moderasi beragama yang menjadi proyek barat, agar umat Islam tidak menjalankan kehidupannya dengan menerapkan Islam itu sendiri, dan bahkan tidak menerapkan Islam di dalam kehidupan mereka, sehingga perlahan-lahan umat Islam meninggalkan ajaran agamanya. Hingga pada akhirnya tidak menerapkan ajaran dan peraturan agamanya sama sekali.


Seharusnya apabila Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) mengikuti arus moderasi beragama seharusnya ditolak. Karena moderasi itu sendiri muncul dari ide barat yaitu jalan tengah yang memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari. Padahal tertulis dengan tegas di dalam Al-Quran, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam secara Keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 208).


Dalam ayat tersebut Allah menyeru kita sebagai orang yang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan. Dengan maksud menerapkan Islam dalam kehidupan, bukan malah memisahkannya dari kehidupan. TWK tersebut menjadi contoh nyata arus moderasi yang ada di depan mata para umat Islam. Maka, sudah seharusnya umat Islam sadar dengan keadaan yang mampu menggerus pemikiran dan keyakinan terhadap agamanya.


Setelah serangan nyata yang mereka (kafir Barat) lakukan untuk menggerus umat Islam agar jauh dari agamanya, maka sudah selayaknya kita juga dapat melawannya dengan terus menyuarakan dan ikut berjuang dalam menerapkan Islam secara keseluruhan dalam kehidupan dan memperkukuh pemikiran dengan terus mengkaji Islam kafah agar tak ada lagi pemikiran rusak yang berurat dalam benak kita sebagai kaum muslim, serta tidak diam saja tentunya ketika melihat kezaliman yang ada di depan mata.


Wallahualam bissawab.