Mencetak Generasi Emas, Generasi Pemimpin - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Jumat, 18 September 2020

Mencetak Generasi Emas, Generasi Pemimpin

 


Oleh: Susan Efrina (Aktivis Muslimah Medan)


Generasi muda merupakan penerus tongkat estafet dalam mengisi pembangunan dan sebagai penerus dalam perjuangan. Maka di tangan para pemudalah sebuah bangsa dapat meraih tujuan yang dicita-citakan. Bangsa yang maju dan bermartabat terletak pada pundak pemudanya dalam meneruskan pembangunan.


Untuk itu tidak mungkin sebuah Negara dipimpin oleh generasi yang lemah, tidak memiliki moral, akhlak yang rusak serta tanpa ilmu pengetahuan di dalam memimpin sebuah bangsa. Dibutuhkan generasi-generasi emas yang bertakwa, sehat, cerdas, gemar bekerja dan dapat bersinergi dalam semua aspek.


Tetapi kita tidak melihatnya pada pemuda saat ini. Di era saat ini, generasi muda sangat memprihatinkan. Dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di tengah generasi muda seperti kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, begal, bunuh diri bahkan sampai menjual diri sebagai PSK guna memenuhi hawa nafsu belaka dan masih banyak lagi kasus lainnya. Miris. Negara yang mayoritas muslim mempunyai generasi yang moral dan akhlaknya rusak. 


Banyak korban hasil dari sistem kapitalisme-sekulerisme, dimana pemisahan agama dari kehidupan yang menjadikan generasi muda jauh dari ketaatan kepada Allah SWT. Kerusakan berpikir telah merusak moral dan pola pikir para generasi muda. Pemuda dirusak agar menjadi generasi yang lemah, sehingga tidak berkualitas sebagai calon pemimpin dan penerus bangsa.


Apalagi sarana dan kebijakan mendukung. Tempat hiburan malam dibiarkan menjamur, tontonan televisi yang tidak mendidik, minuman keras diperjualbelikan dengan bebas dan lain sebagainya.


Itulah fenomena di negeri sekuker ini, yang tidak menjadikan agama sebagai pondasi dalam mengatur kehidupan. Perilaku para pemuda kian hari kian bebas tanpa batas. Tak perduli lagi halal dan haram. Hukum yang tidak bisa membuat jera para pelaku kriminalitas sehingga semakin hari semakin banyak kemaksiatan yang dibuat.


Bagaimana mungkin Negara dipimpin oleh mereka? Apa jadinya jika mereka memimpin negara? Bagaimanakah nasib Negara di bawah kepemimpinan generasi semacam itu?


Islam memberikan perhatian yang sangat besar pada generasi muda. Di mulai dari pendidikan usia dini, mengajarkan anak-anak untuk mengerjakan shalat dan melaksanakan hukum-hukum syariat. Kehidupan yang bersih, dengan bekal ilmu dan pembentukan mental yang kuat ditopang lagi dengan pembentukan sikap dan nafsiyah menjadikan pemuda jauh dari perbuatan yang sia-sia.


Para pemuda disibukkan dengan ketaatan waktu, umur, ilmu, harta dan apapun yang dimiliki. Baik itu membaca atau menghafal Al qur'an, hadits, kitab-kitab tsaqofah dan perbuatan yang bermanfaat lainnya.


Nabi Muhammad SAW bersabda: "Min husni Islami al- mar'i tarkuhu ma la ya'nihi." Artinya: di antara ciri baiknya keislaman seseorang, ketika dia bisa meninggalkan apa yang tidak ada manfaatnya bagi dirinya.


Keimanan dan ketakwaan tetap terjaga. Selalu menanamkan kesadaran, bahwa setiap muslim bagian dari umat terbaik dan itu diperlukan agar dapat efektif melakukan perbuatan.


Ada tiga asas penerapan hukum Islam, yang harus diterapkan di tengah kehidupan  ummat, yaitu :

1. Asas ketakwaan individu. Asas ketakwaan ini mendorong individu untuk selalu terikat kepada hukum syara' dalam setiap perbuatannya. Sadar bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi perbuatannya, sehingga tidak satupun perbuatan yang dilakukan luput dari pandangan Allah SWT.

2. Asas kontrol individu dan masyarakat. Karena manusia bisa saja melakukan perbuatan yang salah, sehingga manusia memerlukan manusia yang lain untuk bisa mengontrol dirinya ketika melakukan perbuatan yang salah. Kontrol individu dan masyarakat ini mampu menyelamatkan orang dari perbuatan maksiat. 

3. Asas Negara yang menerapkan seluruh syariat Islam. Di samping ketakwaan individu dan kontrol masyarakat, pemerintah juga mempunyai kewajiban dalam mengawasi perbuatan masyarakatnya dengan menerapkan hukum Islam. Tanpa negara hukum Islam tidak dapat diterapkan secara totalitas dan keutuhannya tidak bisa dipertahankan dengan baik. Karena Negara bertanggung jawab atas penerapannya.


Dengan adanya penerapan hukum Islam tersebut, akan menjadikan para pemuda lebih berhati-hati dalam melakukan perbuatan. Itu sebabnya kita perlu mengganti generasi. Arah generasi sekuler harus diganti dengan Islam supaya mampu untuk memimpin Negara dengan baik. Generasi Islam, generasi emas yang unggul dalam berbagai bidang. Untuk itu, marilah kita kembali kepada sistem islam yang mampu mewujudkan ketaatan, keimanan dengan ditegakkannya syariah Islam.


Wallah a'lam bi ash-shawab.