UMAT ISLAM BANGKITLAH LAKUKAN PERUBAHAN - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Jumat, 16 Agustus 2019

UMAT ISLAM BANGKITLAH LAKUKAN PERUBAHAN





Oleh ; Fahmi Amin Harahap

Agama Islam dalam sejarah perkembangannya merupakan agama yang selalu menekankan pentingnya perubahan. Perubahan tersebut tidak hanya pada perilaku dan sifat manusia, melainkan juga pada cara pandang dan sistem. Perubahan inilah yang Rasulullah Saw. dan nabi-nabi sebelumnya tanamkan kepada umatnya.
Salah satu ayat yang memerintahkan manusia untuk melakukan perubahan tersebut adalah “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka sendiri mengubah keadaan yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah SWT menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain dia”. (Q,S,Ar-Rad [13]: 11).
Saat ini, kondisi negara Indonesia khususnya umat Islam masih terbelenggu dengan maraknya kasus narkoba, korupsi dll. Maka dengan itu tugas kita adalah sadar secepat mungkin, dan kembali kepada ajaran Islam sesungguhnya, kelemahan umat Islam dewasa ini jauh dari nilai-nilai keagamaan, jauh dari beribadah kepada Allah, tahunya umat Islam hari ini bagaimana saya bisa hidup dengan enak, makan apa dan berapa keuntungan yang bisa saya dapatkan dari pekerjaan ini korupsipun jadi, menjual narkobapun mau asalkan untung sebesar-besarnya. Pada hal kalau kita tilik dari sejarah para Rosul, sahabat, dan lain-lain bahwa mereka bekerja bukan untuk menghidupi diri sendiri tetapi mereka bekerja untuk kemaslahatan umat. Banyak menjadi tugas rumah kita yang harus dibenahi, baik mendidik remaja dan pemuda kita agar tidak terkontaminasi kepada pergaulan bebas. Ada lagi tidak kalah pentingnya khususnya bagi para politisi Islam, bahwa seorang politisi Islam seharusnya dia terjun kesana bukan untuk mencari fasilitas, cari makan, cari proyek dan lain sebagainya, melainkan kedatangan mereka dikancah perpolitikan harusnya membawa warna yang indah demi kemaslahatan umat, bukan menyengsarakan. 
Begitu juga umat Islam jangan merasa kelompoknya yang benar, kelompok lain salah, seharusnya umat Islam dewasa ini merangkul yang jauh, memeluk yang dekat, ibarat susah senang umat Islam harus sama-sama menanggungnya. Sudah saatnya hari ini kita evaluasi diri kita, sudah sejauh mana kepedulian kita kepada saudara kita, kalau seandainya belum sama sekali, mari hari kita perbaiki, mumpung masih ada waktu untuk memperbaiki dan merubahnya. Semoga kedepannya umat Islam lebih sadar lagi bahwa persatuan itu yang utama, membangun umat Islam di mulai kata nabi Ibda’ binafsih ;Mulailah dari diri sendiri.