RATUSAN UMAT ISLAM TANJUNGBALAI TOLAK RUU P-KS - dakwah sumut

Breaking

BANNER 728X90

Minggu, 17 Februari 2019

RATUSAN UMAT ISLAM TANJUNGBALAI TOLAK RUU P-KS



Dakwahsumut.com,Tanjungbalai(17/2). Dikhawatirkan melegalkan Zina dan LGBT Ratusan Umat Islam Kota Tanjungbalai turun ke jalan menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual(RUU P-KS) . Mereka yang terdiri  dari Pelajar,Pemuda , Mahasiswa dan Ormas Islam tersebut melakukan longmach dari  Masjid Raya menuju Bundaran PLN Jl.Sudirman Tanjungbalai.

Selain menolak RUU P-KS Massa melakukan gerakan menutup aurat dengan membagi-bagi hijab kepada masyaraat Tanjungbalai . Mereka menyerukan agar umat Islam menutu auratnya terutama kalangann muslimah supaya memakai hijab.


Disepanjangan Jalan pekikan Takbir menggema  dalam berbagai orasi menolak RUU P-KS. para orator yang hadir adalah Ihsanul Rasyid (PERMATA), Anwar Ibrahim (Ketua KAMMI Tanjungbalai), Firdaus Sambas(Ketua TERAS Tanjungbalai),Ustadz Muhammd Ali Rukun(Ketua MDI Tanjungbalai) , Syahrul Julyahdi(Ketua Fornusa)Muhammad Riho(Ketua PRIMA DMI) dan lain-lain.

Dalam orasinya mereka dengan tegas menolak RUU P-KS karena dianggap melegalkan Zina dan LGBT. Selain itu mereka juga memberikan solusinya dengan kembali pada hukum Allah dengan menegakkan syariah Islam dalam orasinya. Sebagaimana orasi Ustdadz Muhammad Ali Rukun "Tidak ada alasan untuk menerima RUU PK-S yang  syarat dengan Liberalisme, maka kita harus mencampakkan liberalisme,kapitalisme dan sekularisme dan menggantinya dengan Syariat Islam, dan syariat Islam akan tegak dengan adanya Khilafah" ,para peserta aksipun menerikakkan Khilafah berkali-kali.


Massa menuntut  DPR-RI untuk Membatalkan RUU P-KS sebagaimana diantara pernyataan sikapnya:

1. Mendesak DPR RI untuk membatalkan RUU P-KS karena jelas sekali ini kemungkaran yang nyata, serta

dapat mengundang murka Allah SWT.
2. Mendesak DPRD Tanjungbalai  untuk mengambil langkah kongkret agar RUU P-KS tidak disahkanmenjadi Undang-Undang, sekaligus sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahayaRUU P-KS bila disahkan.
3. Mengajak masyarakat menolak RUUP-KS karena musibah besarlah yang akan terjadi di negeri ini apabilaRUU P-KS ini disahkan. Serta Menyerukan masyarakat untuk kembali pada syari’ah Allah secaramenyeluruh. Sebagai solusi tuntas dari problematika ummat.


Aksi  Tolak RUU P-KS dan Gerakan menutup aurat tersebut berjalan dengan lancar dan tertib dengan ditutup do'a, kemudian massa kembali pulang menuju masjid Raya sebagai tiik kumpul.[]ar