“Ultimate Muslimpreneur” di Medan: Kupas ‘Dosa dan Pahala Investasi’ , Pengusaha Diajak Sukses Dunia-Akhirat



Kegiatan bertajuk “Ultimate Muslimpreneur: Membongkar Rahasia Pengusaha untuk Sukses di Dunia dan Akhirat” digelar pada Ahad, 12 April 2026, di Rakhan Kuphie, Kota Medan. Acara ini diikuti sekitar 50 pengusaha dari Kota Medan dan sekitarnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Supendi, yang mengajak para pengusaha untuk terus meningkatkan semangat dalam mengkaji Islam sebagai landasan dalam menjalankan usaha dan kehidupan sehari-hari.

Acara menghadirkan dua pemateri, yakni Ustadz Kusnady Ar Razi dan Ustadz Ilham Fawzy, serta dipandu oleh host Saiman Abu Faiz. Suasana berlangsung hangat dan interaktif sejak awal hingga akhir acara.

Pada sesi pertama, Ustadz Kusnady Ar Razi menyampaikan materi bertajuk “Dosa Investasi”. Ia menjelaskan tentang gambaran orang yang bangkrut di akhirat, yakni mereka yang memiliki banyak amal saleh, namun juga melakukan kezaliman kepada orang lain.

“Pahala orang tersebut akan diberikan kepada orang yang dizalimi. Bahkan jika pahala sudah habis, dosa orang yang dizalimi akan dipindahkan kepadanya hingga ia terjerumus ke dalam neraka,” jelasnya.

Ia juga memaparkan konsep “dosa investasi”, yaitu dosa yang tetap mengalir kepada seseorang meskipun ia tidak melakukannya secara langsung. Hal ini terjadi karena sikap diam terhadap kemaksiatan atau tidak adanya upaya untuk mencegahnya.

Menurutnya, berbagai kemaksiatan seperti perzinahan, pembunuhan, hingga kemurtadan yang dibiarkan tanpa upaya pencegahan dapat menyeret umat dalam dosa kolektif. Ia menekankan bahwa banyak kewajiban dalam Islam yang bersifat fardhu kifayah, dan jika tidak dijalankan, maka akan menimbulkan dosa bersama.

“Dosa ini muncul karena kewajiban kolektif tidak dijalankan. Maka dibutuhkan amal yang serius, terorganisir, dan dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Memasuki sesi kedua, Ustadz Ilham Fawzy menyampaikan materi tentang “Pahala Investasi”. Ia menjelaskan pentingnya melakukan amal yang dampaknya terus mengalir, bahkan melampaui usia seseorang.

“Amal jariyah adalah bentuk pahala investasi. Ketika satu kebaikan diamalkan orang lain, lalu diteruskan lagi kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir dan berlipat ganda,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa umat Islam perlu serius dalam mencetak pahala jariyah, tidak hanya pada level individu, tetapi juga dalam aktivitas dakwah yang lebih luas.

Acara semakin menarik karena diselingi berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh host Saiman Abu Faiz, sehingga suasana tetap hidup dan peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi para pengusaha Muslim dalam menjalankan bisnis, tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, tetapi juga pada keberkahan dan kesuksesan di akhirat. [DS].